Berbagai Kesalahan Renovasi Rumah Di Jakarta yang Harus Dihindari

Salah satu kesalahan para pemilik rumah di Jakarta saat melakukan renovasi adalah mengeluarkan budget terlalu besar. Hal ini disebabkan oleh banyak sekali faktor, mulai dari kesalahan saat dalam tahap perencanaan bahkan hingga proses pengerjaan. Kesalahan dan kerugian dalam renovasi rumah di Jakarta ini bukan hanya mengacaukan anggaran semata, namun juga menguras energi dan waktu sehingga menuntut pemilik rumah berpikir ekstra atas situasi yang dialaminya.

Bagi anda yang berencana melakukan renovasi di kota-kota besar seperti Jakarta, sebaiknya mempersiapkan  segala sesuatunya dengan matang agar terhindar dari kesalahan tersebut. Karenanya, berikut ini telah dirangkum contoh kesalahan umum yang kerap terjadi saat melakukan renovasi rumah sekaligus tips penting bagaimana menghindarinya.

Hanya fokus pada keinginan

Satu hal yang harus diketahui seorang pemilik rumah, melakukan renovasi bangunan harus berangkat dari kebutuhan, bukan keinginan. Faktor ini berhubungan dengan pertimbangan menentukan estimasi waktu pengerjaan. Selain itu melakukan renovasi bukan hanya karena untuk mempercantik tampilan rumah, namun juga berniat untuk memperbaiki permasalahan yang terjadi pada bangunan yang rusak atau belum sempurna. Saat seorang pemilik rumah hanya fokus pada keinginan estetikanya seperti dekor dan interior, ia akan mengabaikan pondasi dan kerusakan bangunan yang seharusnya menjadi fokus perbaikan. Jika sudah begini, uang yang keluar dan bahkan tidak sedikit hanya akan jadi terbuang sia-sia.

Budget tidak realistis

Mengatur rencana anggaran renovasi tentu harus berdasarkan kebutuhan, namun tidak berarti anggaran yang dikeluarkan terpaksa harus dipangkas drastis. Apalagi jika ada budget tak terduga melebihi anggaran yang diperkirakan, seperti contoh melonjaknya harga material secara mendadak. Perlu anda sadari bahwa sebenarnya menekan anggaran renovasi rumah di Jakarta terlalu kecil juga akan mempengaruhi kualitas barang yang anda gunakan. Jika begini hasil renovasi yang terwujud  juga tidak dijamin akan sesuai kebutuhan, malah bisa berpotensi meningkatkan pengeluaran di kemudian hari akibat dari ketahanan material yang sangat rendah.

Memperbaiki banyak bangunan dalam waktu singkat

Saat akan melakukan renovasi rumah di Jakarta, yang notabene tergolong dalam kota metropolitan dengan biaya hidup tinggi, ada baiknya bila anda mempertimbangkan kebutuhan renovasi yang mungkin akan berlipat ganda. Belum lagi dengan padatnya penduduk dan buruknya lingkungan akan mempercepat terjadinya kerusakan. Seperti contoh, dikarenakan tingginya taraf masyarakat di kawasan anda tinggal, dalam kurun waktu 6 bulan terjadi aktivitas renovasi pada sejumlah rumah. Pembangunan tersebut melonjak semakin tinggi dan atau semakin luas hingga memakan area tempat tinggal anda. Ditambah dengan semakin tertutupnya jalan sinar matahari akibat tingginya rumah pencakar langit. Kondisi ini memaksa anda pemilik rumah untuk meninggikan atap bangunan meski tujuan awal merenovasi hanya untuk memperbaiki plafon yang bocor. Bila anggaran terbatas, anda tak bisa mengatasi sumua masalah itu dalam waktu yang singkat. Lagi pula semakin banyak titik renovasi akan semakin banyak pula potensi kegagalan yang mungkin terjadi. Intinya prioritaskan renovasi berdasarkan kebutuhan paling mendesak.

Terjadinya perubahan plan secara tiba-tiba

Saat telah menentukan plan renovasi, komitmenlah pada perencanaan yang telah dibuat. Pasalnya perubahan rencana yang terjadi di tengah proses perbaikan akan berpengaruh pada rencana keseluruhan, yang mana contoh paling terkena dampaknya adalah budget. Contoh kasus perubahan rencana yang paling sering terjadi adalah ketika proses sentuhan akhir hampir selesai, lalu melihat warna cat wallpaper tembok yang dirasa kurang memuaskan maka akan langsung diganti saat itu juga. Hal-hal seperti ini yang harus dihindari dalam melakukan renovasi agar tidak membuat pengeluaran menjadi bengkak.

Mengabaikan kendala yang mungkin terjadi

Sudah menjadi hukum alam bahwa di atas rencana termatang sekali pun akan selalu ada celah untuk sebuah kegagalan. Begitu pun dalam renovasi, akan ada sewaktu-waktu rencana yang berjalan di luar ekspektasi. Faktor pengeluaran membengkak bisa disebabkan oleh banyak hal. Seperti  pengerjaan karena kekurangan material, pekerja bangunan yang sakit, cuaca yang tidak mendukung, hingga proses perampungan yang sulit dari perkiraan. Untuk hal ini, siapkan 15-20% anggaran dari total yang disiapkan.

Untuk kelancaran proses renovasi rumah di Jakarta tidak ada salahnya jika mencoba menggunakan jasa renovasi 123 yang profesional guna menghemat dana dan terhindar dari kesalahan yang telah disebutkan.