Hubungi Kami : 0821 2371 7878 Monday - Dec 05, 2016

Keramik, Granit, Marmer

keramik-renovasi123

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbedaan Bahan Keramik, Granit dan Marmer
Keramik, Granit, atau Marmer ? Ada banyak pilihan material yang bisa digunakan untuk mempercantik bagian lantai atau dinding sebuah bangunan. Namun tentu saja setiap material memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing yang kemudian menjadi bahan pertimbangan pula untuk memilihnya. Harga dari Keramik, Marmer dan Granit juga berbeda yang harus disesuaikan pula dengan budget yang telah disediakan. Selain itu harus diperhatikan apakan material tersebut sesuai dengan konsep bangunan itu sendiri. Jangan sampai pemilihan material yang salah sehingga membuat penghuni didalamnya merasa kurang nyaman. Akan merepotkan bukan jika harus mengganti material yang sudah terpasang ? Selain mengurangi kerapian dari bangunan juga membuat pekerjaan terpaksa dilakukan 2 kali.
Untuk mengetahui karakteristik dari setiap material maka berikut akan dibahas satu persatu dengan kelemahan dan kelebihannya masing-masing :
Keramik
Merupakan material yang sering dijumpai karena memang paling banyak digunakan. Hal ini karena keramik adalah material dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan granit dan marmer dengan ukuran yang sama. Keramik ukurannya lebih kecil, paling besar hanya sampai pada ukuran 60 x 60 cm, jika lebih besar dari itu keramik akan mudah patah/melenting karena tidak sesuai dengan tebalnya. Jika sudah dipasang biasanya keramik akan terlihat lebih lebar pada nat-nya, hal ini karena bagian sisi keramik mempunyai pinggul. Bila ada keramik yang tidak mempunyai pinggul kemungkinan keramik tersebut telah dipotong dan akhirnya ukurannya menjadi berbeda dengan keramik lain meskipun berasal dari 1 dus yang sama. Material ini memang tidak terlalu tebal sehingga memudahkan untuk dipotong. Untuk memasang keramik juga tidak memerlukan perekat yang khusus, cukup dengan semen instan yang dicampur perekat sehingga proses pemasangan keramik juga bisa lebih cepat.
Kelebihan material keramik adalah bahannya tidak mudah kusam, kalaupun kotor maka mudah sekali untuk membersihkannya. Mungkin bahan keramik terkesan biasa saja namun untuk membuat ruangan lebih cantik bisa dengan memilih variasi keramik. Keramik memiliki jenis glossy dan doff yang bisa dipilih sesuai selera. Selain itu motif keramik juga bermacam-macam, bahkan ada pula keramik yang motifnya serupa dengan batu alam dan kayu.
Granit
Material granit merupakan bahan yang lebih mahal dari keramik. Hal ini dikarenakan granit adalah batuan alam yang kemudian dibakar untuk bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Granit lapisannya cukup tebal dan mempunyai ukuran besar hingga mencapai ukuran 100 x 100 cm. Karenanya untuk pemasangan granit membutuhkan pisau khusus agar bisa memotong bahan ini. Kelebihan dari material ini adalah sambungan nat-nya tidak lebar, cenderung tipis sehingga lebih menampilkan kesan mewah pada ruangan .Meskipun begitu untuk pemasangannya sendiri tidak perlu menggunakan perekat yang khusus, sama seperti keramik.
Granit juga memiliki 2 jenis pilihan yaitu glossy dan doff, namun untuk pilihan motifnya terbatas. Disarankan jika menggunakan bahan granit untuk membeli dengan jumlah yang lebih, karena jika ternyata kurang saat pemasangan maka tidak akan bisa mendapatkan granit yang berwarna sama seperti sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh proses pembakaran yang menghasilkan warna berbeda. Kekurangan material granit ini adalah warnanya yang mudah kusam sehingga perlu dijaga ekstra kebersihan dan kecemerlangan permukaanya. Terlebih jika kualitas granit tidak bagus maka bisa menyebabkan noda seperti cat atau tinta yang menempel akan sulit untuk dihilangkan
Marmer
Menggunakan material marmer akan memberikan kesan dingin dan luas pada ruangan karena bahan ini ukurannya besar, tergantung permintaan bahkan tidak terbatas besarnya. Sama seperti granit, marmer harganya lebih mahal karena juga merupakan batu alam dan ukurannya yang besar dan tebal, selain itu proses pembuatan marmer juga lumayan sulit. Ketebalan marmer membuatnya harus dipotong dengan pisau khusus ketika proses pemasangan, untuk memasangnya pun memerlukan bahan khusus, bahkan bisa dikatakan pemasangan bahan marmer ini lebih rumit ketimbang keramik atau granit sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Kelebihan dari bahan marmer adalah tidak mudah melenting karena ukuran dan ketebalannya saling mendukung, kemudian saat dipasang nat-nya begitu kecil, lebih kecil daripada granit dan ketika sudah dipoles akan terlihat menyatu.
Tahap finishing pada bahan marmer adalah dengan polesan. Setelah marmer terpasang harus dipoles agar warnanya lebih muncul. Warna marmer juga tidak sama karena merupakan batu yang diambil dari alam (gunung batu). Untuk perawatan marmer harus lebih ekstra karena mudah kusam sehingga setelah dilap harus dioles kembali, dan juga jika terkena noda maka akan susah untuk dibersihkan.
Itulah spesifikasi dari keramik, granit dan marmer yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mempercantik dinding atau lantai pada bangunan. Namun tidak hanya pada bahan atau proses pemasangan saja yang diperhatikan, karena perawatan dari keramik, granit dan marmer juga penting. Sebagai aspek bangunan yang digunakan dalam jangka waktu lama membuat keramik, granit dan marmer wajib untuk tetap terlihat bersih. Seringnya noda atau kotoran yang menempel akan membuat tampilan dinding menjadi kusam. Jika bahan untuk melapisi dinding/lantai tersebut dari bahan keramik maka cukup mudah untuk membersihkannya, hanya tinggal mengepelnya saja. Yang perlu diperhatikan dari bahan keramik adalah kotoran yang menempel pada nat-nya. Tidak cukup hanya disapu karena kotoran yang menempel tidak jarang meninggalkan noda yang membuat keramik terlihat jorok. Untuk membersihkannya cukup menggosok dengan sikat yang sudah dicelupkan pada campuran air dan cairan pembersih. Setalahnya lap nat tersebut dengan kain pel kemudian bilas lagi dengan lap yang dicelup ke air bersih. Terakhir keringkan nat menggunakan kanebo.
Berbeda dengan lapisan dari granit atau marmer. Untuk membersihkan lapisan dari granit atau marmer harus menggunakan cairan pel yang memang khusus untuk kedua material tersebut, karena jika menggunakan cairan pembersih biasa atau yang mengandung sifat terlalu asam dan basa malah bisa menyebabakan kekusaman pada permukaannya. Untuk membersihan noda pada marmer lebih baik menggunakan lap lembut dan gososk mengikuti arah serat pada marmer agar tidak menimbulkan kerusakan di permukaan. Jika ada noda yang membandel jangan digosok dengan kawat halus seperti yang digunakan pada spon cuci piring namun gunakan cairan khusus untuk melapnya dengan lembut. Setelah itu lap lagi dengan air biasa untuk membilasnya dan jangan biarkan air pada marmer atau granit mengering secara alami, karena bisa meninggalkan bekas bercak. Gunakan kain mikrofiber kering untuk memolesnya sehingga permukaanya kembali cemerlang.

Perawatan lain yang bisa dilakukan adalah dengan memasang pelindung granit dan marmer agar tidak terjadi kontak langsung dari bahan-bahan tersebut dengan barang seperti pot atau kursi yang bisa menimbulkan bekas gesekan dan kotoran. Selain itu sediakan pula keset sebagai filter untuk membersihkan sol sepatu atau sandal dari kerikil atau kotoran yang bisa merusak Keramik, Granit, dan Marmer.

Predefined Skins

Primary Color

Background Color

Example Patterns

demo demo demo demo demo demo demo demo demo demo